FLOOD BACK HITTING THE Dr. SOEDYATMO HIGHWAY, JAKARTA

[ENGLISH]

 

Just about 2 dyas ago, dike along side at Soedyatmo highway broke and flooding the road. The highway is used for people to acceces Soekarno-Hatta airport crippled. About 1 metres high of sea water is causing vehicle unable get trough. The sea water was flooding from KM 26 to KM 28. The dike repairment has been started soon after, PT. Jasa Marga successful transfereed the water back to the sea. They build a concrete wall to prevent the flooding happened again in the future. The concrete wall will be about 100 m of length, 8 m of depth and 4 m of high. The wall planned accomplishing at the end of this year. The repairment and new establishment dike will cost Rp. 563 billion. 

 

[INDONESIA]

Kemarin sadudara baru pulang dari luar negeri(Singapura) dengan menggunakkan maskapai Value Air mengalami delay kira-kira 7 jam akibat bandara Soekarno-Hatta di tutup dari pagi jam 7 sampai dengan jam 3 sore.
Dari siang, saya mendengar dari radio bahwa pesawat terbang yang akan mendarat di bandara Cengkareng banyak yang dialihkan ke bandara alternatif, bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta timur.
Saya mendapat pesan singkat dari saudara saya bahwa pesawat value air dengan no penerbangan VF 503 ini seharusnya berangkat pukul 12:40 waktu Indo(13:40 waktu Sing) terpaksa mengalami delay hingga pukul 6: 40 waktu Indo(7:40 waktu Sing) baru berangkat. Ini adalah salah satu penerbangan(sepertinya menjadi penerbangan tambahan) karena no penerbangan ini tidak muncul di daftar antrian penerbangan baik di layar televise bandara Singapura maupun Cengkareng.
Akibat tidak terdaftar itu, saudara saya di singapur terpaksa harus "rajin" menanyakan kepada counter layanan pelanggan di ruang terminal/tunggu untuk memastikan kapan no penerbangan pesawat ini akan berangkat.
Disini, kita sudah mendapatkan kabar bahwa pesawat ini tiba pukul 7:55 wib. Jadi kita berangkat dari rumah pukul 7 sore dan masuk melalui jalan belakang bandara Cengkareng. Karena menurut Informasi, jalan tol ke Bandara masih tergenang air dan macet.
Akibat membludaknya pesawat yang akan mendarat di Cengkareng, banyak pesawat terbang yang mendarat dan tidak dapat "gate" sehingga "standing" di tengah bandara maupun berputar-putar di darat setelah pesawat mendarat.
Salah satunya pesawat saudara saya ini, pesawatnya mendarat pukul 20:00 tapi pesawat baru mendapatkan "gate" sekitar pukul 21:00. Selama itu pesawat "standing" selama hampir 1 jam di tengah bandara. Sungguh rumit prosesnya, pesawat dapat berhenti di parkir dan penumpang bisa berjalan melalui garbarata tetapi mereka di arahkan untuk menuruni tangga menuju "shuttle bus" yang menunggu di bawah terminal gedung 1.
Dan cerita lucunya lagi, pesawat yang harusnya parkir di terminal 2(internasional) malah akhirnya parkir di terminal 1(domestik). Setelah itu seluruh penumpang di antar melalui shuttle bus bandara menuju terminal 2(internasional) untuk bisa melanjutkan perjalanan masuk Jakarta. Sampai – sampai ada turis asing yang berbisik mengatakan betapa buruknya pelayanan manajemen bandara Soekarno-Hatta.

Yah, bagaimana lagi? Siapa suruh Jakarta hujan lebat selama 2 hari dan mengakibatkan banjir. Belum lagi sistem pengairannya yang buruk lagi sehingga setiap kali hujan selalu terjadi genangan air sampai banjir.

Kelebihan : setidaknya tidak terjadi insiden yang tidak di inginkan akibat terlalu padatnya trafik pesawat yang
Kekurangan : bandara tampak kacau balau setelah di buka kembali pukul 2:30 dan banyak penumpang yang terlantar