Komponen B737-300 Batavia Air yang terpasang hilang

 

Hebatnya hal ini baru di sadari ketika pesawat sudah di tarik keluar dari hanggar baru komponen penting yang kira-kira ada 11 macam itu hilang dari tempatnya. Alat-alat itu seperti yang di laporkan antara lain: flight management computer , cabin temperature measurement, cabin pressurize measurement. Akibat hilangnya komponen pesawat yang baru saja di rawat tidak dapat beroperasi dalam waktu dekat. Pihak PT. Metro Batavia Air mengatakan bahwa total 11 macam komponen hilang itu seharga USD 300,000 dengan masing-masing komponen seharga USD 50,000. Batavia Air memberikan melaporkan pencurian yang tidak bertuan ini kepada polres Metro Bandara internasional Soekarno-Hatta.

Untungnya menurut pihak Batavia Air, setiap komponen itu dilengkapi dengan dokumen berlabel yang selanjutnya di sebut dengan air worthy yang di terbitkan oleh masing-masing perusahaan pembuat komponen pesawat terbang tersebut. Seperti setiap mesin mobil yang di berikan kode produksi atau sejenisnya oleh masing-masing vendor pembuat komponen mesin tersebut. Wah, sepertinya bandara Soekarno-Hatta seperti yang pernah di muat dalam salah satu majalah asia bahwa bandara ini merupakan yang terburuk nomor satu di asia memang merupakan kenyataan. Mulai dari pemboman, banjir sampai dengan pencurian maupun perampokan di dalam wilayah yurisdiksi bandara menjadi isu-isu hangat namun buruk beredar sampai ke seluruh dunia.

——————————————————————————————-

After almost 1/2 year, European Union banned Indonesia airlines to serving the European route because of safety lack. Universal Safety Overside Audit Program(USOAP) issues which contained data of aircraft accident generate by ICAO was used to banned Indonesia airlines. Even the airlines safety quality being conducted by Indonesia Government, EU didn’t delete the banned. EU didn’t respect Indonesia government achievement in safety quality fixing.

Protesting EU act, Indonesia government request airlines to stop buying European made aircraft such as Airbus if they didn’t delete the banned. For these, aircraft registration will not conduct in Europe for airlines who buy airplane from them. The aircraft registration completion will cost airline about USD 200,000. It’s a part of protest from Indonesia, even President Susilo Bambang Yudhoyono canceled his trip to Europe even the presidential airplane was execption and permit to land in European airports.

The banned by European, Indonesia will do the same to audit both European airlines such as Lufthansa and KLM in term for studying. Will Indonesia also treat to banned European airlines to land at Indonesia Airport as a part of protest? Or just cutting their frequencies and route to Indonesia? This is just another related topic.